![]() |
Proverbs 18:24 A man of many companions may come to ruin, but there is a friend who sticks closer than a brother. |
Bahan :
250 gram Tepung beras
air 50 ml
350 ml Santan hangat ( ini kira kira sekian yah,
tambah sesuai dengan adonan tepung beras,
karna nggak semua kwalitas tepung beras sama)
1/4 sdt garam
Pasta pewarna merah dan hijau secukupnya
Bahan Kuah :
1 liter Santan cair
2 lembar daun pandan
garam secukupnya
300 gram gula merah , sisir
Cara membuat :
Perciki tepung beras dengan air. Bungkus tepung dengan kain tipis. Panaskan panci pengukus, kukus tepung selama 10 menit. Angkat.
Tuangi tepung dengan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata sampai kira kira bisa dibentuk.
Bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan satu bagian adonan dengan pewarna hijau dan bagian lain merah.
Masukkan adonan dalam cetakan petulo, tekan hingga adonan keluar secukupnya. Angkat. Alasi tiap kue dengan daun pisang.
Panaskan panci pengukus, kukus adonan hingga matang kurang lebih 15 menit. Angkat.
Kuah :
Campur semua bahan, rebus di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih. Angkat dan saring.
Sajikan petulo/Putu Mayang dengan kuahnya.
Tips :
Jangan mengukus adonan putu mayang terlalu lama karna adonan ini gampang sekali lumer yah